• slide 1

    Dedi Padiku 1

    Foto ini saat pertamakalinya saya tampil di depan umum....

  • slide 2

    Dedi Padiku 2

    Foto ini saat pertamakalinya saya tampil di depan umum....

  • slide 3

    Dedi Padiku 3

    Foto ini saat pertamakalinya saya tampil di depan umum....

  • slide 4

    Dedi Padiku 4

    Foto ini saat pertamakalinya saya tampil di depan umum....

  • slide 5

    Dedi Padiku 5

    Foto ini saat pertamakalinya saya tampil di depan umum....

  • slide 6

    Dedi Padiku 6

    Foto ini saat pertamakalinya saya tampil di depan umum....

  • slide nav 1

    Dedi Padiku 1

    Foto ini saat pertamakalinya saya tampil di depan umum ...
  • slide nav 2

    Dedi Padiku 2

    Foto ini saat pertamakalinya saya tampil di depan umum ...
  • slide nav 3

    Dedi Padiku 3

    Foto ini saat pertamakalinya saya tampil di depan umum ...
  • slide nav 4

    Dedi Padiku 4

    Foto ini saat pertamakalinya saya tampil di depan umum ...
  • slide nav 5

    Dedi Padiku 5

    Foto ini saat pertamakalinya saya tampil di depan umum ...
  • slide nav 6

    Dedi Padiku 6

    Foto ini saat pertamakalinya saya tampil di depan umum ...
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

0 Luna Maya Geram, Infotainmen Meradang




Menjelang penghujung tahun, artis Luna Maya menjadi sorotan. Ungkapan perasaannya di akun Twitter membuat tayangan infotainmen kembali menjadi perdebatan. Beruntung Luna mendapat dukungan.



Oleh: Ary Nugraheni

Dalam  akun twitternya, artis cantik Luna Maya menulis: "Infotemnt derajatnya lebh HINA dr pd PELACUR, PEMBUNUH!!!! may ur soul burn in hell!!..."
Tentu saja ungkapan perasaan geram Luna itu membuat pekerja infotainmen tersinggung.
Buntutnya PWI Jaya melaporkan Luna ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan pencemaran nama baik. PWI memakai  pasal 27 ayat 3 UU Informasi dan Transaksi Elektronik sama seperti pasal yang dipakai menjerat Prita Mulyasari.
Berawal dari situlah kasus ini makin melebar. Pekerja infotainmen menghujat Luna. Tapi pendukung artis pacar Ariel ’Peterpan’ itu pun tak kalah banyaknya. Mulai dari Aliansi Jurnalistik Independen yang mengecam penggunaan pasal UU ITE hingga PBNU yang mengingatkan lagi tentang fatwa haram tayangan infotainmen karena termasuk ghibah alias ngrasani dengan mengaduk-aduk aib orang.
Beruntunglah Luna. Deraan masalah ini tak membuatnya menjadi limbung dengan dukungan yang mengalir itu. Dia masih bisa menjalankan semua aktivitasnya mulai syuting sinetron maupun presenter acara musik.
Luna Maya tidak ingin aktivitasnya terganggu oleh perkara ini. Dia hadapi semua itu.
”Sebenarnya ini suatu akumulasi dari banyak peristiwa yang menjadi ganjalan antara teman-teman infotainmen dengan artis. Jadi ada hal yang terjadi berulangkali terjadi, yang kurang lebih intinya aku dirugikan,” ujar Luna Maya menjelaskan alasan kenapa dia menulis seperti itu.
Luna melanjutkan, ada banyak informasi sepihak yang ditayangkan infotainmen tanpa konfirmasi. ”Salah satu yang menyudutkan saya itu, nama saya dicatut dan disebutkan dalam sederetan artis yang .... (Luna tak melanjutkan kalimatnya, Red). Itu  kemudian diberitakan tanpa konfirmasi, tidak ada kroscek kebenarannya, itu kan merugikan sepihak,” sambungnya lagi.
Karena itu dia begitu terharu mendapat simpati dari berbagai pihak atas masalahnya ini.  ”Dukungan mereka, betul-betul support yang sangat aku butuhin. Karena mereka membuat aku menjadi bersemangat. Aku sendiri tak menyangka, dukungan ini begitu banyaknya. Insya Allah aku bisa melawati masalah ini, ya tanpa mereka mungkin aku tak setegar seperti sekarang ini,” katanya lagi.
Dia merasa tidak pernah merugikan pihak manapun karena hanya menuliskan 'kalimat' hujatan itu lewat Twitter. Lagi pula dia sudah menulis permintaan maaf di Twitter  yang dianggap sudah cukup. Karena itu tidak perlu minta maaf di depan publik dan media.
Tapi bagi pekerja infotainmen, para artis dan selebritas adalah bagian dari public figure. Pribadi mereka pantas diliput dan diketahui siapa, apa, dan bagaimana yang sebenarnya.
Seperti disampaikan Poppy dari Production House (PH) Indigo. ”Di luar negeri, infotainmen lebih ganas daripada Indonesia. Infotainmen di sini masih memegang teguh etika budaya Timur, dimana kita harus minta izin terlebih dulu ketika kita mau wawancara,” papar Poppy.
Kalau di luar negeri, lanjut Poppy, rata-rata pada main serobot saja. Poppy mencontohkan majalah hiburan People Magazine, saat liputan, tidak kenal kompromi.”Privacy public figure nyaris nggak ada,” tandasnya.
Para pekerja infotainmen, kata Poppy, sudah berusaha dan bekerja dengan baik untuk mendekati semua narasumber. Dan tentang anggapan negatif beberapa public figure tentang infotainment – karena merasa dirugikan dengan sebuah pemberitaan – infotainmen sudah melakukan pendekatan.
Pekerja infotainment lainnya, Nopiyanti Haimi, mengungkapkan kalau sebaiknya masyarakat jangan men-judge awak infotainment sebagai pekerja yang tak tahu etika atau tak bermoral. Biar bagaimana pun, infotainment sudah bekerja ‘mati-mati’-an untuk mendapatkan informasi yang terbaik. Bahkan demi hal itu, infotainment rela tidur di lokasi peliputan untuk menunggui sasaran narasumber.
”Sudah ditunggui, kadang-kadang narasumber malah kabur. Padahal, kita nunggunya lebih dari lima jam. Maklumlah, kalau tayangan itu kan harus dapat bukti gambar dan suara. Dan untuk mendapatkan itu, jelas nggak gampang,” jelas Nopi.
Dari pengalaman janji ‘palsu’ para selebritis itulah, maka para pekerja infotainment harus ekstra jeli mendekati narasumber yang sedang menjadi sasaran. Itu dilakukan, jelas agar tidak lolos. Sebab, banyak selebritis janji mau kembali untuk wawancara, buktinya malah banyak yang kabur.
 Pendekatan itulah yang menurut Nopi, biasanya membutuhkan ketrampilan khusus dari awak infotainment ini. Kalau pun ternyata narasumber tak mau diwawancarai, pekerja infotainment biasanya kembali melakukan negosiasi agar tetap mendapatkan berita yang sedang menjadi target sasaran saat itu.
”Dan semua itu, kita tetap ada etika. Sebab, kita kerja juga dibekali etika. Maka, kalau ada selebritis yang marah-marah ke kita, kita pun akan minta maaf,” terang wanita berkaca mata ini.
”Biar bagaimana kita menjadi bagian dari prestasi mereka, karena tak dipungkiri kita mengangkat prestasi mereka di depan jutaan masyarakat,” ungkap Nopi.
Sementara bos infotainment, Ilham Bintang, mengatakan bahwa tak dipungkiri selama sepuluh tahun terakhir, infotainment menjadi bagian sangat akrab dalam kehidupan masyarakat kita sehari-hari. Bahkan lewat layar kaca, langsung menyerbu sekaligus diserbu, oleh karena hadir di semua stasiun televisi dan juga di segala macam waktu.
Ilham sebagai ‘Pelopor Jurnalistik Infotainment’, hingga berhasil disyahkan menjadi bagian dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), prihatin terhadap komentar pada pekerja infotainment. Infotainment bagi Ilham tentang apa yang ada, drama bagaimana, kisah sejujurnya serta apa yang tersembunyi di balik sosok sejumlah bintang-bintang kehidupan yang selama ini mewarnai kehidupan kita.
”Wajar apabila seorang public figure dikejar para pemburu berita. Itu, sudah risiko public figure. Meski kita sering salah paham, mereka (public figure, red) sebaiknya tak boleh lupa, walau hanya sedikit infotainment juga memberi andil dalam membesarkan namanya di dunia entertainment,” ucap Ilham.
Ilham juga menyayangkan, banyak anggapan yang menilai kalau peliputan maupun penyajian berita yang dilakukan para pekerja infotainment hanya berbasis gosip. Para pekerja infotainment juga sering tak menghormati hak narasumber yang tidak ingin diwawancarai.
Anggapan itu dibantah Direktur Utama Program Tayangan Cek and Ricek yang juga Sekretaris Dewan Kehormatan PWI Pusat ini. Ilham mengaku, tak terima awak infotainment tidak diakui sebagai wartawan hanya lantaran satu atau dua kasus pelanggaran kode etik. Menurut Ilham, awak infotainment adalah wartawan yang diakui PWI Jaya, karena praktik kerja mereka adalah praktik kerja wartawan.
Kalau pun ada langkah hukum antara selebritas dengan awak infotainment, sebenarnya Ilham tidak menghendaki adanya upaya hukum, karena pada dasarnya artis dan infotainment itu saling membutuhkan. Jadi, harus terus bekerja sama dan tidak perlu cakar-cakaran seperti kasus Luna Maya sekarang.
”Sebisa mungkin kita akan selesaikan secara damai, kemudian saling berjanji untuk tidak mencederai etika dan sikap saling menghormati,” imbuh Ilham.
Tapi dari kasus Luna, lanjut Ilham, wartawan infotainment bisa mendapat pelajaran berharga. Yakni, jangan mudah menokohkan seseorang yang tak jelas rekam jejaknya, labil emosi, dan tak terpelihara perkataannya. Ilham pun menyarankan, agar kalau ada masalah bisa ditempuh dengan jalan damai, untuk saling memaafkan.
Berbeda dengan Ilham, anggota Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), Ezy Suyanto, mengatakan,  gelar jurnalis bagi para pekerja infotainment itu masih diragukan keabsahannya dilatarbelakangi banyak pekerja infotainment yang melanggar kode etik jurnalistik.
”Segala masalah yang pernah ditimpa pekerja infotainment dengan narasumber, itu akan menjadi bola liar. Dimana tayangan semacam itu bisa habis, karena tingkah laku pekerjanya sendiri,” ujar Ezky.
Sebagai contoh kasus Luna Maya, Sarah Azhari atau Parto ‘Patrio’ sendiri, tambah Ezky, kini terus memicu polemik yang mengugat profesionalitas awak infotainment sebagai jurnalis.


sumber:http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=cd803c8ab3c2afa5430eeb195bcebe6a&jenis=b706835de79a2b4e80506f582af3676a



Read more

0 Ponsel Google Nexus One Siap Melenggang?


Jakarta - Google dikabarkan tengah siap-siap menjual ponselnya sendiri ke pasaran. Rencananya ponsel ini akan dijual langsung ke konsumen tanpa melalui operator rekanan.

detikINET kutip dari Reuters, Senin (14/12/2009), ponsel yang akan digelontorkan Google tersebut bernama Nexus One. Ponsel ini dibuat oleh produsen ponsel Taiwan, HTC.



Rencananya, ponsel yang mengusung sistem operasi Google Android ini bakal dipasarkan 2010 mendatang. Namun tak seperti ponsel-ponsel Android lainnya, untuk Nexus One, Google mendesain sendiri hampir keseluruhan software, aplikasi yang berjalan di dalamnya, hingga ke tampilan fisik.

Berbeda dengan Apple atau produsen ponsel lainnya yang menjual ponsel melalui operator rekanan, seperti Sprint dan Verizon, Google tidak akan menempuh cara tersebut.

Raksasa mesin pencari ini memilih untuk memasarkan ponsel ini langsung ke konsumen secara online. Untuk layanan seluler akan dijual secara terpisah.

Kalangan analis menilai bahwa tujuan Google memasarkan Nexus One secara langsung adalah lebih untuk mendapatkan akses ke data konsumen yang nantinya dapat digunakan untuk menjual iklan dengan harga premium, ketimbang mendapatkan uang dari penjualan hardware, seperti Nokia atau Research in Motion (RIM).

Terkait kabar ini, pihak HTC maupun Google belum memberikan komentar. Namun, beredar kabar bahwa Google telah membagikan handset tersebut kepada sejumlah karyawannya. Benar tidaknya kabar ini, kita tunggu saja tanggal mainnya.


http://www.detikinet.com/read/2009/12/14/081851/1259417/317/ponsel-google-nexus-one-siap-melenggang
Read more

0 Warga AS Juga Bikin Grup 'Turunkan Patung Obama' di Facebook

Jakarta - Gerakan 'Turunkan Patung Obama di Taman Menteng' tidak hanya monopoli orang Indonesia saja. Warga California, AS, juga membuat akun grup sejenis dengan titel serupa yaitu "Take Down the Barack Obama Statue in Taman Menteng Park".

Kreator grup ini adalah Richard John McNamara. McNamara tidak mendeskripsikan rinci grup bentukannya ini hanya menulis singkat "See fox news story Take Down the Barack Obama Statue in Taman Menteng Park".

Sedangkan dalam akun pribadinya, McNamara menuliskan pekerjaannya di California Departemen of Corrections sebagai Correctional Peace Officer yang berlokasi di Crescent City, California.

Saat berita ini diturunkan, Rabu (16/12/2009), member grup ini telah berjumlah 519 orang dan merupakan warga negeri Paman Sam. Sedangkan grup 'Turunkan Patung Obama dari Taman Menteng' karya Heru Nugroho dkk telah menembus 17.483 anggota.

Awal pekan ini, inisiator patung Obama, Ron Muller, dari Yayasan Friends of Obama, menyesalkan penolakan pada patung Obama. Ia mengimbau publik melihat segi positif patung itu yaitu membuat Taman Menteng dikenal di seantero jagad.

Sedangkan jasa Obama, lanjut dia, adalah membentuk citra positif bagi Indonesia karena dalam sejumlah kesempatan, Obama selalu menyebutkan dia pernah menghabiskan masa kecilnya di Indonesia. Obama mengaku tersentuh atas patung itu.

Sejumlah pengamat dan teman SD Obama di SDN 01 Menteng, mengusulkan agar patung itu dipindahkan ke kawasan rumah Obama di Menteng Dalam atau SDN 01 Menteng, tempat Obama bersekolah dulu.

Patung Obama dinilai tak pantas berada di area publik karena jasanya bagi Indonesia tidak jelas. Ada baiknya patung di Taman Menteng adalah tokoh nasional yang tak disangsikan lagi jasanya.

http://www.detikinet.com/read/2009/12/16/081632/1260857/398/warga-as-juga-bikin-grup--turunkan-patung-obama--di-facebook
Read more

0 Dituduh Maling, Microsoft Angkat Bicara


Jakarta - Microsoft dituding mencuri desain situs mikroblogging Plurk. Situs MSN Juku yang dirilis Microsoft China, diklaim mencontek habis-habisan Plurk.

Menanggapi permasalahan ini, Microsoft akhirnya mengeluarkan komentar. Perusahaan yang didirikan Bill Gates ini menyatakan sedang melakukan investigasi, dan untuk sementara akan menutup layanan MSN Juku.



"Di Microsoft, kami sangat serius memperhatikan soal hak kekayaan intelektual," demikian keterangan resmi Microsoft di situsnya. "Belum lama ini, muncul pertanyaan tentang sebuah fitur yang dikembangkan vendor pihak ketiga untuk MSN China. Kami bekerja sama dengan MSN China untuk menginvestigasi situasi ini."

Microsoft menjelaskan, awalnya MSN China mengontrak sebuah vendor independen untuk menciptakan MSN Juku. Ditambahkan pula, situs mikroblogging ini masih dalam versi beta.

"MSN China akan memblokir akses terhadap fitur Juku untuk sementara di saat kami menginvestigasi masalah ini secara menyeluruh. Kami akan menyediakan informasi tambahan begitu kami sudah mempelajarinya," pungkas Microsoft.

http://www.detikinet.com/read/2009/12/15/132417/1260421/398/dituduh-maling-microsoft-angkat-bicara
Read more

0 3 Raksasa Internet Buru Predator Seks


Jakarta - Aksi para predator seks yang berkeliaran di internet membuat gerah tiga raksasa internet, AOL, Yahoo, dan Google. Ketiganya sepakat bergotong royong untuk memburu para predator seks.

Ketiga raksasa internet ini bekerja sama dengan Kejaksaan Agung New York untuk mengidentifikasi para predator seks yang banyak nongkrong di situs jejaring sosial, kemudian mendepaknya dari situs tersebut.



Dalam perburuannya, raksasa-raksasa internet ini akan menelusuri jutaan anggota di database 13 situs jejaring sosial, yakni Orkut.com milik Google, Flickr.com milik Yahoo, serta Classmates.com, Flixster.com, Bebo.com, Stickam.com, BlackPlanet.com, Fotolog.com, Hi5.com, MyLife.com, Multiply.com, Tagged.com dan Imeem.com milik AOL. 

"Ketika suatu situs jejaring sosial menanjak popularitasnya dan menarik banyak kaum muda, para predator ini juga tertarik untuk memangsa kaum muda tersebut. Ini menjadi tantangan besar bagi aparat penegak hukum," ujar Andrew Cuomo, Jaksa Agung New York, seperti dilansir ABCNews dan dikutip detikINET, Selasa (15/12/2009).

Sebelumnya, situs jejaring sosial MySpace dan Facebook pun telah menjalin kerjasama dengan pihak Kejaksaan Agung New York untuk memberantas predator seks. Sekitar 3.500 predator seks telah mereka enyahkan.

Namun, tidak semua situs jejaring sosial telah berpartisipasi dalam perburuan predator ini. Sebut saja Friendster misalnya. Situs jejaring sosial yang beranggotakan lebih dari 115 juta user ini belum angkat bicara soal keikutsertaannya dalam memberantas predator seks.

http://www.detikinet.com/read/2009/12/15/125035/1260370/398/3-raksasa-internet-buru-predator-seks
Read more

0 Video Mesum Remaja Samarinda Beredar via Facebook



Samarinda - Video mesum dua remaja di Samarinda, Kalimantan Timur beredar di tengah masyarakat. Video berdurasi 4 menit 11 detik itu kini beredar dari ponsel ke ponsel setelah diunduh dari salah satu account di Facebook.

Dalam video tersebut, dua remaja dalam video versi 3gp itu tampak berusia belasan tahun. Keduanya tidak segan melakukan cumbuan dan hubungan layaknya suami istri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikINET, video tersebut dilakoni oleh dua remaja yang masih sekolah dan tinggal di Kecamatan Samarinda Seberang yang tengah dilanda mabuk asmara.

"Ya mas. Saya lihatnya di Facebook. Ramai dibicarakan karena pelakunya disebut-sebut tinggal di Samarinda Seberang," kata Armani, warga Kelurahan Baqa, Samarinda Seberang, Selasa (15/12/2009).

Terlebih lagi, saat ini beredarnya video mesum tersebut gencar diberitakan harian lokal yang terbit di Samarinda. Masyarakat pun mengaku tidak ingin buru-buru memastikan pelakunya merupakan warga Samarinda Seberang.

"Bisa saja warga lain. Tapi kalau benar itu warga Samarinda Seberang, bikin malu saja," ketus Rahmad, yang juga warga Samarinda Seberang.

Menanggapi hal ini, jajaran Polsekta Samarinda Seberang mengaku dibikin gerah. Setelah mengamati langsung adegan peradegan, kepolisian berencana untuk melakukan penyelidikan untuk memastikan pelaku dalam video tersebut.

"Karena sudah jadi konsumsi pemberitaan, kami rencananya melakukan penyelidikan," kata Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Seberang, Ipda Tommy Aruan, kepada wartawan saat berada di Mapoltabes Samarinda.

Tidak hanya melalui situs jejaring sosial Facebook, lanjut Tommy, video tersebut juga dapat ditemukan dengan menggunakan fasilitas Google Search.

"Di Google ada kok," pungkas Tommy seraya merahasiakan keyword-nya.


http://www.detikinet.com/read/2009/12/15/133504/1260428/398/video-mesum-remaja-samarinda-beredar-via-facebook
Read more

0 Anggota Grup FB 'Turunkan Patung Obama' Tembus Angka 12.000


Jakarta - Grup bertajuk 'TURUNKAN PATUNG BARACK OBAMA di TAMAN MENTENG' yang dibentuk di Facebook makin menggeliat dengan melesatnya jumlah anggota yang terjaring.

Kini di hari keempatnya, grup ini telah melampaui angka 12.000 anggota. Ketika disambangi detikINET,  Selasa (15/12/2009), angka pastinya mencapai 12.316 anggota.

Mereka semua kompak menyerukan ketidaksetujuan akan pendirian patung yang menggambarkan sosok masa kecil Presiden Amerika Serikat itu. Beragam tanggapan dilontarkan di wall grup besutan duo Daniel dan Heru tersebut.

Ada yang mengatakan tidak pantas karena masih banyak pahlawan Indonesia yang seharusnya dibuatkan patung serupa, seperti kata user bernama Anditya. Ada juga yang mengatakan langkah pembuatan patung ini terlalu berlebihan.

Wadah diskusi grup ini pun tak kalah ramai. Sejumlah topik telah diposting oleh pengguna Facebook yang mengungkapkan sikap kontra mereka dan sukses menuai sejumlah tanggapan.'Kamu Mau Jadi Presiden Indonesia atau Amerika, Nak?' dan 'Ganti patung Obama dgn patung Cicak vs Buaya!' adalah 2 dari 23 topik yang diposting di sini.

Sedang di bagian 'Photos', sang pembuat grup meramaikannya dengan memposting bermacam-macam gambar dari mulai gambar sosok-sosok pahlawan Indonesia, hingga foto-foto Barack Obama, baik yang jepretan asli maupun yang sudah melalui proses editing. Karena masuk proses penyuntingan inilah sejumlah foto terkesan tidak pantas untuk ditampilkan.

Di luar itu semua, grup yang digagas pada 12 Desember ini jelas sudah memikat banyak peselancar dunia maya. Lalu bagaimana tanggapan Anda?

http://www.detikinet.com/read/2009/12/15/161224/1260591/398/anggota-grup-fb-turunkan-patung-obama-tembus-angka-12000
Read more

0 Google dan Facebook Tawarkan Pemendek URL


Jakarta - Dua perusahaan besar Google dan Facebook kini mulai terjun ke bisnis layanan pemendekan URL. URL yang panjang seringkali dinilai tidak efisien dan memakan banyak tempat.

URL shorteners alis pemendek URL sekarang masih didominasi oleh Bit.ly. Ketenaran bit.ly ini tak lepas dari para pengguna Twitter yang memanfaatkan layanan tersebut untuk menyertakan link agar tetap masuk dalam kapasitas 140 karakter yang ditawarkan Twitter.

Goo.gl ialah alamat yang ditawarkan oleh Google dalam layanan tersebut. Namun layanan baru bisa dipakai oleh mereka yang memakai Google Toolbar dan layanan RSS Google, FeedBurner. Akan tetapi jika layanan ini terbukti sukses, Google akan membuatnya tersedia untuk pengguna yang lebih luas.

Sedangkan situs sosial Facebook, memendekkan alamat URLnya menjadi fb.me. Belum ada pengumuman resmi dari Facebook mengenai hal ini, namun layanan ini sudah bisa dinikmati pengguna yang mengakses Facebook via mobile, demikian dilansir detikINET dari VentureBeat,


http://www.detikinet.com/read/2009/12/15/110324/1260277/398/google-dan-facebook-tawarkan-pemendek-url
Read more

0 Facebook Bentuk Dewan Penangkal Predator Seks



Jakarta - Dunia maya sering jadi lahan yang menyeramkan bagi kaum muda, tak terkecuali di Facebook. Sadar dengan realitas ini, seperti dilansir Cnet dan dikutip detikINET, Senin (7/12/2009), pihak Facebook membentuk sebuah dewan penasehat keamanan khusus.

Lima lembaga yang setuju bergabung dengan dewan itu adalah Common Sense Media, ConnectSafely, WiredSafety, Childnet International dan The Family Online Safety Institute. Tugas mereka antara lain mencari cara ampuh untuk meminimalisir ruang gerak para penjahat seks di Facebook.

Facebook menyatakan, mereka akan bertemu secara rutin dengan para anggota dewan. Pertemuan akan me-review perangkat keamanan yang sudah ada di Facebook, mengembangkan materi baru dan mencari usul untuk praktik keamanan yang lebih baik.

"Kami yakin bahwa satu-satunya cara untuk membuat anak-anak aman di dunia online adalah jika setiap orang yang ingin melindungi mereka saling bekerja sama," papar Elliot Schrage, Vice President Facebook bidang komunikasi global dan kebijakan publik.

Situs jejaring seperti Facebook memang sering disambangi para penjahat seks, yang biasanya mengincar mangsa user yang masih muda. Dalam beberapa kasus, user belia dirayu sehingga akhirnya jadi korban kejahatan seks di dunia nyata.

Maka tak heran jika pihak Facebook berupaya memperketat keamanan situs. Belum lama ini, Facebook dan MySpace juga telah menutup sekitar 3.533 'sarang' alias account yang dituding milik sejumlah penjahat seksual.


sumber: http://www.detikinet.com/read/2009/12/07/153754/1255525/398/facebook-bentuk-dewan-penangkal-predator-seks
Read more

0 Layanan Seks Online Booming di Malaysia

Kuala Lumpur - Layanan seks online dilaporkan tengah booming di Malaysia. Banyak situs internet baru yang dibuat para pebisnis esek-esek di negeri tetangga itu demi menarik pelanggan. Sebagian situs menyediakan pilihan layanan seks komersil dengan wanita cantik dari Asia.

Informasi dan gambar dari sekitar 1000 pekerja seks asal Thailand, China, Thailand, China, Hong Kong, Taiwan, Singapura, Vietnam, Filipina dan bahkan dari Indonesia, katanya terpampang jelas di situ.

detikINET kutip dari ThaiIndian, Rabu (16/12/2009), wanita yang dipajang di etalase online ini umumnya masih cukup muda, dengan usia antara 17 tahun sampai 35 tahun.

Transaksi bawah perut secara online ini disebutkan, bisa dilakukan dengan kisaran harga 180 ringgit sampai 2400 ringgit, atau sekitar Rp 480 ribu sampai Rp 6 juta, untuk maksimum booking selama enam jam.

Jika para pria hidung belang berminat, beberapa situs bahkan dilaporkan menyediakan pula gadis di bawah umur, atau wanita asing dengan harga booking yang tentunya lebih tinggi.

Aparat setempat tentu tak tinggal diam melihat fenomena ini dan segera melakukan investigasi. Azam Abdul Hamid dari kepolisian wilayah Penang Timur mengungkap bahwa beberapa website prostitusi itu telah terindentifikasi dibuat oleh sindikat kriminal lokal.


sumber: http://www.detikinet.com/read/2009/12/16/074005/1260820/398/layanan-seks-online-booming-di-malaysia
Read more
 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More
powered by Blogger Dedi Padiku